Terima Kedatangan PSI ke Istana, Pengamat: Jokowi Ngaco!
Kedatangan Pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (1/3/2018) menuai banyak kontroversi.
Pengamat Politik Arbi Sanit pun menilai Jokowi seperti tidak bisa membedakan kepentingan publik dan pribadi. Dia seakan memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan politik.
"Jokowinya ngaco. (Membicarakan) Persoalan pemilu tidak bisa pakai istana. Kalau mau pakai rumahnya saja," kata Arbi kepada Kricom.id, Selasa (6/3/2018).
Sebagai Presiden, sudah seharusnya Jokowi mengerti prosedur dan penggunaan fasilitas negara. Apalagi pertemuannya dengan Grace Natalie cukup berlangsung lama yakni hingga 90 menit.
"Enggak bisa walaupun dia presiden, kecuali bicara undang-undang pemilu. Prosedurnya salah enggak bener, mencampuradukan antara (urusan) presiden dengan (urusan) pilpres," ujarnya.
Dia berharap, mantan Wali Kota Solo ini bisa belajar dari kesalahan. Agar tidak muncul kesalahpahaman di kemudian hari, maka Jokowi jangan lagi menerima pertemuan pimpinan politik saat tidak sedang dalam tugas negara.
"Harusnya saat dia tidak sedang kerja, pas libur saja (bertemunya)," tutup alumni FISIP Universitas Indonesia.
Sekadar informasi, PSI mengakui kedatangannya ke Istana Negara adalah membicarakan strategi pemenangan Jokowi di pemilihan presiden 2019. Salah satu strategi pemenangan yang dibahas adalah kampanye lewat media sosial.
"Kami tadi juga presentasi keberhasilan kami di medsos dan Pak Jokowi senang dengan hal itu. Sebab, Pak Jokowi sadar milenial persentasenya pada 2019 sangat besar," tutur Ketua DPP PSI, Tsamara Amany.
km